Tampilkan postingan dengan label puisi. Tampilkan semua postingan

Ada do'a di derai air mata

Posted by: Dian Nafisah in , , ,
Tuhan.... sejenak kupandangi diriku ini... ternyata rapuh dan tak berarti apa-apa
Melihat kenyataan diri melalui perasaan yg ada sepertinya semua hanya bekas harap dalam cermin impian
Andai saja ada yg lebih mengerti dari ini .... semoga ia tak bawakan warna yg sama dalam ceritanya
Aku hanya ingin menitipkan do'a di derai air mata senja ini
Lewat siluet langit yg membentang cakrawala
Lewat angin yg tak pernah berpamit bahagia
Lewat dirimu yg enggan mengaku bahwa rasa itu indah
Derai-derai ceritaku tentang ini tak ingin kuperpanjang lg...... terimakasih aku tlah bahagia ^_^®
readmore »»  

titip surga buat ayah bunda

Posted by: Dian Nafisah in , , ,
Tuhan,,,, seandainya boleh kusampaikan
tapi mugkin tanpa ku berkata Kau sudah tau inginku
tak cukup banyak namun tetap dalam khayal dan bayangku,,,,

setitik do'a untuk Ayah dan Bunda yang selaalu dekat di hatiq
titip surga ya,,, untuk mereka
cukup itu,,,tak minta lebih,,,,
singkatnya waktu mulai berlalu,,,,kadang kita sendiri tak tau kapan detik terakhir kita bisa menikmati indahnya kehidupan ini

antara ruang waktu yang berbeda masih ada Surga di sisi-Mu
aku menitipkannya padamu,,,, cukup itu tak lebih,,,,


si kecil itu butuh senyuman manis dari ayah bundanya



#dari hati untuk hati
readmore »»  

Secarik Kertas

Posted by: Dian Nafisah in , ,


karena kau lebih berharga
karena kau lebih indah
karena kau lebih sempurna
dan karena kau lebih istimewa ^_^
dipandangan mata juga hatinya

secarik kertas kutuliskan cerita
berbagi rasa bahagia juga duka
memandang dunia dengan sebelah mata
lelah,,,,,, berat,,,, rapuh,,,,,dan tak kuat

inikah cinta atau derita
inikah luka atau suka

secarik kertas simbol pertanda
meski bukan dia atau mereka
jadilah hitam di atas putih
jadilah putih bersandar hitam.....
tapi aku inginkan putih dan putih saja

aku belum bisa membedakannya
karena tak ada abu-abu dalam suka atau duka

by: dn
readmore »»  

Hujan

Posted by: Dian Nafisah in ,
                                                                            Arahkan sinar pada sosok kehidupan yang selalu berhayal
menjelma senyum menjadi tangkisan
meredam hati memilukan derita
berhasrat untuk selalu menang,,,,

Dunia,,,,,tantangan besar ,,,,aku harus mampu,,,,
aku harus bisa,,,,,
mana dirimu yang sesungguhnya ??
getar-getar tak terjamahkan,,,,,
jiwa hati tanpa duka,,,,,



Hujan hujan hujan kutunggu kau di sini,,,,,,,,,
mengarah langit menengadah do"a
        berharap ada cerah untuk dunia
di mana pelangi setelah hujan
di mana matahari setelah bulan,,,,,
di mana pagi setelah malam,,,,,
di mana cinta sejati setelah cinta khayalan,,,,


dan kini kusadar bahwa Tuhan tlah mendatangkan semuanya
bahkan tanpa batas,,,,,


By: dn

readmore »»  

Berlayar Ke Tempat Baru

Posted by: Dian Nafisah in ,



1 , 2 ,3 berputar dan terus berputar
Ku lihat detik jam yang enggan berhenti untuk sebentar beristirahat
Denyut jantung tetap berdetak
Rangkaian kata tetap tertata
Meski bukan dia dalam posisinya
Senja tetap menyapa dalam senyumnya
Hadirkanlah hembusan angin yang mampu mengibarkan kembali layar di hati ini
Sebagai nahkoda dalam jiwa
Janganlah enggan untuk berhenti ketika penguasa tak menghentikan
Tekad untuk cita jangan kau samakan dengan tekad untuk cintamu
Perjuangan mereka menjadi do’a bagimu
Berlayarlah dan terus berlayar
Sampai kau temukan tempat baru yang mampu kau jamah dengan jemari dari tangan dan kakimu sendiri.
readmore »»  

Aku Mengikuti Alurku

Posted by: Dian Nafisah in ,


ku ikuti alurnya berbelok ke arah yang tak sama
ku berhenti dari alurnya membuat simpangan yang begitu berat
ku berjalan berbelok dari alurnya ,,,,rapuh dan tak tentu arah
tapi kini tlah KAU tunjukkan alur yang harus aku lewati

meski harus berhenti dan berbelok arah yang belum pernah aku jamah sebelumnya
mencoba kuat meski tak kuat
mencoba tegar meski hanya sesaat
mendengar kata semangat dari sana sini
dari mereka yang menyayangi

bukan berarti aku tak mampu,,,,
tapi biarkanlah aku mengembalikan kondisi hatiku
berjalan mengitu alur yang memang seharusnya
ikhlas dan sabar jadi kuncinya

masa lalu menjadi pelajaran berharga untukku
masa depan menjadi cita dan harapan dalam hati dan diri


readmore »»  

Masih yaNg terindaH

Posted by: Dian Nafisah in ,
by: Dian Nafisah
28/05/2012



Bila kurindu haruskah denganmu lagi ???
tanyaku pada lilin yang hampir padam
masih menyala namun pilu
masih menggumam namun ragu
adakah yang indah didiriku???
tanyaku pada angin yang berhembus semilir
masih menghangatkan setelah panas menyapa
masih berdendang setelah musik mengiringi
kamu terlalu indah dihatiku.....
pergilah,,,,,,,,,,,,,,
genggamlah pesan yang kutitipkan padamu
bahasa tubuhku tak mampu melukiskan lagi
tetap atau tidak aku masih belum tau jawabannya
namun yang aku rasakan sampai sekarang adalah aku bahagia dan senang
kau dan hatimu masih terindah dihatiku



Yang Berbeda
by: Dn 28/05/'12

Hilang dalam bentuk yang berbeda                                                       
dengan cara yang berbeda
dengan sikap yang berbeda
dengan pilu yang berbeda
dengan senyum yang berbeda
dengan tawa yang berbeda
dengan tetes air mata yang berbeda
terakhir dengan do'a yang berbeda pula


readmore »»  

terSenyumlah Hati yang Remuk

Posted by: Dian Nafisah in ,

Teruntuk insan yang hatinya sedang diremukkan
Sapu air matamu yang mengalir deras
Redam bara emosi yang bergejolak memanas
Engkau tercipta bukan untuk menangisi zaman.

Ataupun menyesali duka lara
Usah tenggelam dalam kubangan nestapa
Jika cintamu mengalami kegagalan
... Jika ta’arufmu kandas di jalan.

Tersenyumlah...
Awan hitam selalu menyimpan pelangi
Begitupun Sang Penggenggam nyawa
Dia selalu punya rahasia dan bijaksana
untuk membuat dewasa makhluk-Nya.

Cinta suci sedang menunggumu
Tetapi engkau harus sabar menantikan
Cinta itu akan menjemputmu
Di masa yang telah Dia rencanakan.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Jangan berikan celah pada syaitan
yang membuat semangatmu terlemahkan
Perihnya duka bukanlah isyarat runtuhnya langit
Ataupun robeknya kulit bumi.

Allah menempa pribadi tangguhmu
Dalam butiran air matamu
Dalam jeritan derita batinmu
Dalam rintihan sesaknya nafasmu.

Teruntuk yang hatinya sedang diremukkan
Pasang surut laut adalah kepastian
Tawa dan tangis adalah kewajaran
Takdir-Nya menjadikan makhluk berpasangan.

Sebuah ketetapan Sang Penguasa
Jika engkau tak dapatkan pasangan di dunia
Bukan berarti Allah memberimu petaka
Tapi Dia sedang menyiapkan makhluk terindah
Yang menantimu di Jannah
Yang kan menemani jiwamu yang resah

Tersenyumlah...
Dalam kesabaran munajad panjangmu
Meski tajamnya duri mencabik-cabik lukamu
Meski remuk redam menyerang hatimu.

Sumber : voa-islam.com

Ya Allah aku Jatuh cinta
readmore »»  

Ada Yang lebih indah dari cintanya

Posted by: Dian Nafisah in , ,
 Ada Yang lebih indah dari cintanya
Ya Allah Ya Tuhanku..
Peliharalah aku dari kekecewaan,
Ya Allah ya Tuhanku yg Maha Mengerti
Berikanlah aku kekuatan melontar bayangannya jauh kedada langit
Hilang bersama senja nan merah..
Agar ku bisa berbahagia walaupun tanpa bersama dengannya..

Ya ALLAH ..
Gantikanlah yg telah hilang,
Tumbuhkanlah kembali yg telah patah
Walaupun tidak sama dg dirinya..

Ya Allah ya Tuhanku..
Pasrahkanlah aku dg Takdir-Mu,
Sesungguhnya apa yg telah Engkau takdirkan adalah yg TERBAIK buatku,
Kerana Engkau Maha Mengetahui sgala yg terbaik buat hamba-Mu ini

Ya Allah,
cukuplah Engkau saja yg Menjadi pemeliharaku
didunia dan diakhirat
Dengarlah rintihan dari hamba-Mu yg daif ini
Jangan Engkau biarkan aku sendirian
Didunia ini maupun diakhirat..

Jauhkan aku dari hal2..
yg menjurus kearah kemaksiatan & kemungkaran,
Maka kurniakanlah aku seorang pasangan yg beriman,
Supaya Aku dan dia dpt membina kesejahteraan hidup kejalan yg Engkau Ridhai
Dan kurniakanlah padaku keturunan yg soleh/sholehah...Aamiin

Semoga Bermanfaat.
[Share by : Strawberry]
readmore »»  

PESAN untuk seBuah

Posted by: Dian Nafisah in ,
PESAN untuk seBuah

Untuk sebuah ujian, aku katakan
Terima kasih tlah menjadikanku dewasa

Untuk sebuah tantangan, aku katakan...
Selamat datang Sobat terbaik di masa depan

Untuk sebuah hinaan, aku katakan...
Sungguh, aku tidak keberatan, kawan

Untuk sebuah derita, aku katakan...
Hai, apa kabar? lihat, aku masih bisa tertawa

Untuk sebuah kegagalan, aku katakan...
Tenang saja, sungguh kau lebih hebat dari yang lainnya

Untuk sebuah masalah, aku katakan...
Kau tidak sendirian, banyak orang yang bernasib sama

Untuk sebuah keraguan, aku katakan...
Apa yang kau khawatirkan, selagi iman masih menancap di dada

Untuk sebuah sakit hati, aku katakan...
Maafkan, dan berjanjilah untuk tidak melakukan pada yang lainnya

by: Hamasah Putri
readmore »»  

seCercah asa

Posted by: Dian Nafisah in ,
Secercah Asa

Aku bertanya pada generasi ini
Baik engkau, maupun aku dan siapa saja yang mengaku muslim-mukmin
Mengapa tak muncul juga sekelompok singa yang sanggup mengguncang dunia
Adalah mereka yang pertama mengimani Rasulullah yang terakhir itu
Menjadi tulang punggungnya dan siap mengikuti jejak perjuangannya

Mari renungkan kembali apa yang tlah mereka korbankan
Derita siksa dan hilangnya harta dan terbunuhnya orang-orang yang tersayang
Dan kadang jiwa mereka sendiri yang melayang
Mukmin teladan yang tulus mengabdi kepada Islam
Pencetus revolusi terbesar sepanjang sejarah manusia

Wahai aku wahai engkau, apa bedanya kita dengan mereka
Segumpal darah dan daging serta tulang dalam susunan anatomi yang sama
Qur’an hadits mereka adalah Qur’an hadits kita juga
Hanya kita asyik dalam seribu bisu dan bertopang dagu

Jika aku mengeluh padaMu ya Allah, maka keluhanku yang pertama adalah
Usirlah segenap ragu yang bersarang dihatiku
Tanamkan dalam jiwaku kokoh imannya Abu Bakar
Lelaki yang selalu jujur dan membenarkan dalam menjawab
Taat pada segala yang dikehendaki Allah dan Rasul
Hidupnya bergairah jihad dan amal bakti semata

Jika aku mengeluh padaMu ya Allah, maka keluhanku yang kedua adalah
Bakarlah watak pengecut dalam hatiku
Berikan padaku anugerah bobot imannya Al Faruq
Yang selalu benar dan bersikap tegas terhadap segala kebatilan
Sebagai khalifah ia tak pernah tidur nyenyak
Selama nyanyian lapar dari perut rakyat masih berkumandang di telinga
Lelaki agung dan perkasa lagi sederhana
Dua raksasa dunia telah takluk di bawah kekuasaannya

Jika aku mengeluh padaMu ya Allah, maka pintaku yang ketiga
Jauhkanlah aku dari watak kikir
Tularkan kepadaku kedermawanan Utsman Dzunur’aini
Yang mengorbankan harta benda untuk kejayaan dien-Mu

Dan masih banyak yang kuminta lagi, jadikan aku secerdas Ali
Sahabat kesayangan nabi dengan bobot iman dan ilmu pengetahuan
Yang tak perlu disangsikan lagi
Juga rindu pada sahabat-sahabat nabi lainnya yang tak terbilang banyaknya

Rinduku adalah rindu cinta pada mereka
Rindu bangkitnya generasi mereka dalam kurun abad ini
Wahai wanita cantik,
Engkau yang diciptakan dengan sangat sempurna oleh Rabbmu..
Indah dengan segala kelebihanmu yang ada...

Wahai wanita cantik,
Sering kali aku melihatmu berjalan dengan baju yang sangat sederhana,
Bahan yang sederhana, dan ukuran yang sangat sangat sederhana,
Hingga bagian auratmu yang harusnya tak tampak menjadi tampak..

Wahai wanita cantik,
Cukup sering aku melihat engkau jalan di depan para lelaki denga pakaian sexy-mu,
Dan para lelaki itu menatapmu dengan sangat lekat dari ujung kakimu sampai ujung rambutmu,
Mengikuti langkahmu hingga hilang dari pandangan mereka, pandangan yg menjijikkan. ..

Wahai wanita cantik,
Suaramu sungguh merdu,
Mendayu-dayu layaknya putri duyung yang sedang bernyanyi,
Bening sebening sumber mata air yang mengalir...

Wahai wanita cantik...
Ketahuilah.. . engkau begitu berharga... terlalu berharga...
Engkau bagai intan berlian yang terpajang pada sebuah kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi..
Engkau bukan emas campuran murahan yang terpajang di etalase depan toko dan dengan seenaknya sang pembeli dapat merabamu, memegang tubuhmu dan memakaimu hanya untuk mencoba, lalu sang pembeli pergi, tak jadi membelimu dan mengembalikanmu di tempat yang sama!!
Bukan, engakau bukan itu wahai wanita cantik!!
Engkau intan berlian yang terpajang dalam kotak kaca indah berkunci dan terbungkus rapi.. orang yang menginginkanmu tidak berhak merabamu, memegangmu tubuhmu bahkan mencoba memakainya!
Tidak, mereka terlalu kotor untuk itu... mereka harus terlebih dahulu membelimu dengan harga yang sangat mahal, setelah itu mereka akan dapat memilikimu sepenuhnya.. Engkau yang utuh, yang belum pernah di ‘coba’ orang lain sebelumnya.. .

Wahai wanita cantik...
Engkau sungguh indah...
Bagai bunga mawar yang ketika orang ingin mengambilnya, terlebih dahulu mereka harus merasakan duri pertahanan diri yang kau punya,
Bagai bunga edelweis yang ketika menginginkanmu, terlebih dahulu mereka harus mendaki gunung ke arah ketinggian, menantang keberanian dan cuaca yang tak bersahabat,
Engkau bukan bunga bangkai, yang terlihat begitu indah dari kejauhan dengan warna yang menyala yang membuat para serangga tertarik dengan warna indahmu, namun ketika didekati, kau busuk.. ahh...baumu saja sudah membuat orang mual, apalagi memilikimu, merekapun enggan...

Wahai wanita cantik...
Jagalah amanah keindahan yang ada pada dirimu..
Berjalan saja kau terlihat menawan, belum lagi pembawaanmu yang sangat anggun, apalagi jika kau bersuara merayu, dan menampakkan apa yang tak seharusnya tampak..
Ahh..jagalah itu semua saudariku,
Tutuplah auratmu...agar tak ada yang berkeinginan lain terhadapmu.. . lelaki jalanan itu tak pantas menikmati tubuhmu dengan memandangimu dengan pandangan menjijikkan itu! mereka terlalu kotor untukmu!
Jagalah kehormatanmu saudariku... lelaki manapun yang belum halal bagimu tak pantas menyentuh tubuh dan kehormatanmu, pun atas nama cinta... sungguh, cinta dan nafsu itu berbeda...

Apakah kau khawatir tidak ada yang menyayangimu dan menjagamu atas nama cinta?
Apakah kau takut tidak akan ada yang menggombal dan merayumu atas nama cinta?
Wahai saudariku, bukan lelaki yang menginginkan tubuhmu yang sesungguhnya mencintaimu. .
Lihatlah.. aku disini... aku sangat sedih melihat keadaanmu sekarang... aku sedih melihat para lelaki itu menzalimimu. . diri ini serasa tercabi-cabik. ..
Lihatlah di sekitarmu... tak hanya aku yang menginginkan ini semua yang terbaik untukmu.. lihatlah saudara-saudara semuslim mu...
Lihatlah kami.. sungguh engkau membuat air mata kami mengalir dan mencopot kantuk dari mata-mata kami... kami disini sedang memikirkan dan berbuat sesuatu untukmu.. agar tak pernah lagi engkau dizalimi siapapun...
Lihatlah kedua orang tuamu... hh,,apakah mereka menginginkanmu menjadi seperti ini? Sungguh engkau bakai mutiara bagi keluargamu.. . mutiara yang mereka jaga sejak kecilmu sampai engkau beranjak dewasa... apakah dengan ini engkau membalasnya?
Jika kau masih kurang dengan ini, maka lihatlah Allah Tuhanmu, Yang Menciptakanmu, Yang tiada henti-hentinya memberi nikmat padamu padahal tak jarang kau lupa denganNya... Ia masih memberimu nikmat udara, nikmat hidup, nikmat fisik dari tubuhmu yang indah itu.. Bayangkan, jika Ia tidak menyangimu, knapa Ia tak cabut saja nikmat wajahmu yang cantik dan tubuhmu yang indah?? Tapi tidak... meskipun engkau sering kali melupakanNya, nimkatNya tetap terus mengalir...





By: Hamasah Putri
readmore »»  

Belukar di senja Penantian

Posted by: Dian Nafisah in ,
Serpihan warna yang tlah tersumbang menjadi saksi kepedihan
Ia elok tanpa serpihan rasa bahagia
Ia tegaskan pada dirinya sendiri agar mampu berdiri tanpa berpegang dalam bayang-bayang
Kasih tulus yang dinanti menjadi akar-akar rasa kedengkian yg tak berbuah apa-apa
Ia nantikan pembalasan dalam sebuah penantiannya
Penantian yang begitu sangat menakutkan
Belukar dalam jiwa dan hati yang menemani
Rasa seperti apa lagi yang kita harapkan
Sedangkan rasa syukurpun kita tak pernah ucap
Hanya keluhan-keluhan yang menambah luka dalam dada
Pasrah dan sabar yang harus ia jalani kini ...dan sampai nanti
Sampai ia temukan jawaban dalam belukar penantiannya yg tak pasti
readmore »»  

Aku Ini Perempuan

Posted by: Dian Nafisah in ,
Dan masih dalam nafas yang sebenarnya aku sudah enggan
Aku dipaksa harus mampu merasakan indahnya dunia ini
Karena sebuah cinta yang telah menyayat hati
Menjadi obat karena buah kesalahan pribadi
Tuhan,,,,,,, dengarkah engkau ketikaku merintih
Memohon 1 hal yang menjadi pinta diriq
Mengenal dan tahu hanya membuat luka terdalam di jiwa
Ada rona wajah muram dalam senyum kecut sang senja
Dibuainnya dulu tak pernah aku dapatkan sentuhan yang tak biasa
Senja kemaren,,,,ya,,,,senja kemaren,,,,,teringat jelas dan sangat jelas
Aku dapatkan sentuhan yang seharusnya tak pernah aku dapatkan
Aku mengeluh,,,,,,,,,,,,karena aku seorang perempuan,,,,,,
Siapa diriq Tuhan??? Hingga ia tak mengerti apa yang tlah ia lakukan
Bulir-bulir air mata terus berjatuhan dari mata yang indah
Hati yang dulu selalu menerima perlakuan terindah kini hilang sudah
Hingga senja kembali,,,,,,,
Ia hanya berdo’a ,,,,,,,, Ya,,,,,Tuhan bolehkah esok masih bisa kutemukan PELANGI di sudut senja yang kau Ridloi

31-maret-2012
17:29
Dian Nafisah
readmore »»  

Pesta Kematian

Posted by: Dian Nafisah in , , , ,
Tentang sebuah hati yang lama telah pernah merasakan cinta..... mendapat sentuhan (sentuhan kasih sayang) dari setiap orang yg pernah menjadi bagian dari kehidupannya. Diperantauan terpanjangnya ia temukan sosok yang sebelumnya ia tak pernah tau apalagi kenal, namun kini hati itu pergi dan meninggalkan makna yang mendalam.

Esok dalam kebimbangan seseorang
Yang jauh dari angan-angan
Ia inginkan kebahagiaan bersama
Bersama orang yang benar-benar bahagia
Bersama orang-orang yang tak mampu merasakan nikmatnya hidup
Bersama mereka yang berada dalam kehidupan yg liar
Bersama mereka yang bs memaknai arti bersyukur
Dan bersama mereka yang jiwanya dipenjarakan oleh seseorang
Tuhan sadis benar kehidupan ini
Mereka yang memilki segalanya tlah melupakan
Hatiku mati,,,,,, hatiku mati,,,,,,dan benar-benar sudah mati
Dan hati kalianpun sudah mati
Karena tak pernah kau dengar jeritan mereka yg lemah
Kita sama-sama membanggakan diri
Lupa akan kehidupan pertama kita
Lupa akan pesan dan amanat dalam diri kita
Dan lupa akan janji yang sudah kau ucap langsung dihadapan Nya
Tuhan ,,,,,,apa yang kau tunjukkan kepada kami
Semakin lama diri ini semakin lupa
Dan ini terjadi bersama-sama
Dengan keadaan merka smua semakin hina
readmore »»  

Purnama Kau di mana??

Posted by: Dian Nafisah in ,
lekung warna langit nan jingga dalam pekatnya cinta
ia dulu hadirkan senyum ukhuwah persahabatan pada dunia
ada yang berbeda ketika tahun tlah berbeda
ada yang berbeda ketika bulan tlah berganti
langit bersahabat dengan tetes rintik hujan,,,, dan embun
bintang tak mampu datang tuk sinarkan wajahnya dalam kesunyiannya

berita kehidupan jauh tlah sapa diriku kepadanya
kudekati dengan cara yang begitu halus namun aku yang merasakan sakitnya
ia baik tapi  tak lagi mampu menjelma
adakah suka yang kau simpan dari dirimu sang purnama?

cahaya kedamaianmu sekarang hilang tanpa jalan petunjuk
kau menghilang tanpa berpamit bahagia
meninggalkan luka berderai air mata

dia masih kuat dan tegap
kau tau?
karena masih ada sahabat yang lainnya
meski dia batu atau pualam, ia kan menjelma menjadi permata di bawah sinar sang surya



3 januari 2012
kutulis dengan derai air mata kebahagiaan untuk mereka 
readmore »»